Breaking

Friday, March 23, 2018

Budidaya Bawang Merah


Info Pertanian - Bawang Merah atau Allium Ascalonicum adalah tanaman jenis horticultura yang sangat terkenal karena sangat dibutuhkan untuk bahan bumbu masakan, dan bawang merah juga memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga sangat layak untuk dibudidayakan.
Tehnis budidaya bawang merah memiliki beberapa tahapan, mulai dari persiapan pemilihan bibit atau benih tanaman, persiapan dan pengolahan lahan tanam, proses penanaman, proses perawatan, pengendalian hama dan penyakit, kemudian yang terakhir adalah  proses panen.


1. Pemilihan Bibit atau Benih Bawang Merah





Bawang merah dapat tumbuh pada tanah sawah atau tegalan, tekstur tanah sedang sampai liat. Jenis tanah Alluvial, Glei Humus atau Latosol, pH 5.6 – 6.5, ketinggian 0-400 mdpl, kelembaban 50-70 %, suhu 25-32 derajat celcius.

Untuk mendapatkan benih bawang merah yang baik, diantaranya :
Ukuran umbi bibit yang optimal adalah 3-4 gram/umbi.
Umbi bibit yang baik yang telah disimpan 2-3 bulan dan umbi masih dalam ikatan (umbi masih ada daunnya)
Umbi bibit harus sehat, ditandai dengan bentuk umbi yang kompak (tidak keropos), kulit umbi tidak luka (tidak terkelupas atau berkilau).

2. Persiapan dan Pengolahan Lahan Tanam





Tujuan pengolahan lahan tanam adalah untuk melonggarkan atau menggemburkan tanah, menghilangkan gulma. dan menciptakan sistem penyerapan air. Pengolahan dilakukan sebelum proses penanaman. Caranya dengan melonggarkan atau menggemburkan tanah menggunakan cangkul. bajak. atau traktor jika lahan yang akan ditanam cukup luas.

Selanjutnya. membuat tempat saluran irigasi dengan menempatkan parit antara jarak tanggul atau bedengan. Fungsi parit adalah sebagai alat aliran air dan tempat untuk membuang air yang berlebihan. Lentang tanggul 100-120 cm lebar tanggul atau bedengan. parit berukuran sedang dengan kedalaman sekitar 30-35 cm lebar 30¬40 cm. Untuk bedengan panjang dan parit panjang tentu saja disesuaikan dengan luas lahan.

Menjelang penanaman. tepatnya seminggu sebelumnya, tanah persemaian harus diberikan pupuk dasar, yaitu pupuk kandang atau kompos. dan diratakan. Tepat satu hari sebelum proses penanaman. lahan irigasi cukup siap untuk tanam.


3. Proses Penanaman





Untuk menanam bawang merah, bedengan yang telah disiapkan di beri lubang-lubang kecil dengan kedalaman kurang lebih sama dengan sama dengan bibit yang akan ditanam. Jarak tanam sekitar 15 x 15 cm atau 15 x 20 cm. Selanjutnya, umbi bibit dimasukan ke dalam lubang dengan meletakkan bagian ujung pada sisi atas.

Jangan menanam bibit terlalu dalam, karena mempermudah pembusukan. Ujung umbi sebaiknya ditutup sedikit dengan tanah, sebab jika tanah yang menutupi terlalu tebal, akan dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Setelah proses penanaman selesai, bedengan disiram dengan air.


4. Proses Perawatan tanaman





Perawatan tanaman bawang merah yang perlu diperhatikan adalah penyiraman tanaman. Aktivitas ini sebaiknya dilakukan dua kali sehari yakni pada waktu pagi dan sore hari. Hal ini dilakukan dari awal penanaman sampai tanaman berusia 10 hari, setelah itu frekuensinya dikurangi menjadi satu kali sehari.

Perawatan selanjutnya adalah pemberian pupuk tambahan yang dilakukan ketika tanaman berumur 2 minggu dari awal tanam. Jenis pupuk yang digunakan merupakan campuran dari KCI, ZA, urea. Komposisi masing-masing pupuk adalah 112 Kg, 200 Kg dan 93 Kg. Pemupukan selanjutnya dilakukan ketika tanaman memasuki usia 5 minggu dengan komposisi pupuk urea 47 Kg, ZA 100 Kg, dan KCI 56 Kg per hektar. Pepukan dilakukan dengan cara membuat guritan di sekitar tanaman.

Perawatan tanaman bawang merah selanutnya adalah membersihkan tanaman gulma yang tumbuh di sekitar bawang merah. Penyiangan gulma ini biasanya dilakukan 2 kali per satu musim tanam. Untuk menghemat biaya perawatan, penyiangan gulma bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan. Tetapi bila tanaman gulma yang tumbuh terlalu banyak harus segera dilakukan penyiangan.


5. Pengendalian Hama Tanaman





Tanaman bawang merah rentan terhadap beberapa jenis hama dan penyakit. Beberapa jenis penyakit yang sering menyerang budidaya bawang merah yakni hama ulat dan penyakit layu.

Hama ulat sering menyerang daun bawang, gejala yang ditimbulkan terlihat bercak putih pada daun. Bila daun diteropong akan terlihat bekas gigitan ulat. Untuk mengatasi hama ini bisa dilakukan dengan cara manual yakni dengan mengambil ulat dan telur secara langsung, kemudian dimusnahkan.
Bila budidaya bawang dilakukan dalam sekala besar, penanggulangan hama ini bisa dilakukan dengan menggunakan feromon sex perangkap. Gunakan sekitar 40 buah untuk setiap hektarnya. Bila serangan menghebat dan mengakibatkan kerusakan pada tanaman bisa dilakukan penyemprotan dengan insektisida berbahan aktif klorfirifos.

Jenis penyakit layu juga sering menyerang bawang merah. Gejala yang ditimbulkan seperti daun menguning seperti terpilin. Bagian pangkal bawang merah mulai membusuk. Bila hal ini terjadi segera cabut tanaman yang terindikasi terkena penyakit ini, kemudian bakar tanaman tersebut. Langkah selanjutnya adalah dengan menyemprotkan fungisida.


6. Proses Panen




Ciri-ciri tanaman bawang merah yang siap panen apabila 60-70% daun sudah mulai rebah. Atau, dengan cara melihat scara langsung umbi bawangnya.Tanaman bawang merah biasanya sudah bisa dipanen setelah usia 55-70 hari sejak tanam, bervariasi tergantung dari kondisi lahan, iklim, cuaca dan varietas.

Umbi bawang merah yang telah dipanen harus dibersihkan dari tanah dan dikeringkan terlebih dahulu. Penjemuran  bisa berlangsung hingga 7-14 hari. Pembalikan dilakuan setiap 2-3 hari. Bawang yang telah kering, kadar air 85%, siap untuk disimpan atau dipasarkan.

No comments:

Post a Comment